News


Towards Digitalization of Effective Prayers

Neuroscience, neurotechnology, microelectronics, sound technology dan tuntunan bijak serta falsafah yang hidup dan sejak dahulu berkembang dimasyarakat adalah wilayah yang terlalu luas untuk bisa dibahas disini, namun berikut adalah sekilas tentang latar belakang teknologi dan pemahaman yang digunakan oleh DigitalPrayers.

The function of prayer is not to influence God, but rather to change the nature of the one who prays.
Soren Kierkegaard

Dalam berbagai tuntunan kita akan selalu diingatkan akan pentingnya memiliki kemampuan fokus konsentrasi mendalam atau khusyu' dalam berdoa. Karena, ketika kita berdoa dengan khusyu' maka doa itu akan lebih mungkin terkabul. Lalu apa dan bagaimanakah sebenarnya khusyu' itu? Untuk menjawabnya kita perlu agak sedikit mundur kebelakang.

Tuntunan bijak serta falsafah hidup yang sejak dahulu berkembang dimasyarakat secara turun-temurun maupun berbagai tuntunan agama kurang lebih selalu mengatakan bahwa: Alam semesta beserta isinya berasal dari satu sumber enersi abadi yang kekal dan menyeluruh. Sumber ini memiliki kekuatan, kecerdasan dan kesadaran yang tak-terbatas. Dengan sifat alamiahnya yang maha bijak, penuh kedamaian, kasih-sayang, kebahagiaan dan maha lengkap-sempurna. Masih menurut berbagai tuntunan itu, manusia diciptakan oleh Sumber yang SATU itu pula. Dan memahami serta mengalami kembali hakekat per-SATU-an maupun ke-SATU-an sambil menikmati keaneka-ragaman adalah tujuan hakiki hidup kemanusiaan. Bhineka Tunggal Ika. Unity in Diversity.

Lama sudah manusia mempertanyakan: " Jika kita adalah ciptaan yang paling sempurna berbahan-dasar yang berasal dari sumber yang maha dahsyat penuh kasih dan sayang, lalu mengapa hidup kita demikian banyak dipenuhi masalah? Mengapa kita tidak merasakan kedamaian dan kebahagian seperti hakekatnya sifat bahan-dasar kita. Dan para guru serta manusia bijak pun menjelaskan kurang lebih demikian, "Engkau tidak bisa mengalami sifat alamiahmu disebabkan oleh pikiranmu sendiri. Pikiranmu menghalangimu untuk bisa merasakan dan menghayati sifat dirimu yang sejati."

Dan kini, kitapun tahu bahwa pikiran kita memang benar-benar mewarnai hidup kita seperti kacamata kita yang berwarna merah, hijau atau hitam memberi kita cahaya ilusi yang menipu. Ketika kita tumbuh besar otak kita sudah terprogram dengan segala sesuatu yang men"dua" seperti hal-hal yang "menyakitkan" dan perlu dihindari, serta segala hal yang "menyenangkan" untuk dicari dan dimiliki. Otak kita selalu mem"filter" kenyataan yang terjadi dan memastikan bahwa hal itu sesuai dengan (warna kacamata) yang kita yakini. Tidak mengherankan jika kita tidak mampu melihat kedamaian, kemakmuran, cinta dan kasih sayang sebagaimana adanya.

Berbagai penjelasan "tua" pun mengungkapkan bahwa enersi yang SATU itu menciptakan semua menjadi berpasangan atau DUA (dualisme). Pasangan-pasangan (dualisme) seperti lelaki dan perempuan, siang dan malam, panas dan dingin, benar dan salah karenanya adalah seperti satu sisi dari mata uang yang sama. Dan dari tarik-menarik (tension) antara DUA hal itulah kehidupan di alam semesta tercipta.

Dualisme dan tarik-menarik itupun terefleksi pada otak kita yang terbelah dengan kedua-sisinya dalam dua struktur yang berlawanan. Perbedaan ini diperparah oleh kenyataan bahwa semua orang umumnya memiliki "ketidak-seimbangan" atau kondisi brain-lateralization pada dua-sisi otaknya. Karena otak kita mem-filter kenyataan secara terpisah (split-brain) maka kitapun cenderung melihat dunia secara men-DUA dan karenanya penuh dengan pertentangan (problema) ketimbang melihat dunia dalam ke-SATU-an yang utuh penuh dengan persamaan yang sejuk dan damai.

Oleh sebab itu, jika kita bisa membuat otak kita "belajar" untuk mau bekerja-sama antara kedua sisinya secara lebih koheren dan holistik, - jika kedua sisi-otak kita bisa diajarkan untuk menyeimbangkan diri, mau lebih berinteraksi satu sama lainnya dan berfungsi sebagai satu ke-SATU-an otak kiri dan kanan - maka kemungkinan besar kenyataan hidup yang kita alami memang akan berbeda.

Semakin otak kita bekerja sendiri-sendiri (semakin tinggi lateralisasi dan tensi atau ketegangan diantara dua sisinya) semakin parah perbedaan yang terlihat oleh kita sehingga hidup kitapun akan lebih didominasi oleh perasaan terpisah, takut, cemas dan terkucil. Sebaliknya, dengan koherensi kedua sisi-otak yang meningkat, perbedaan di dunia akan terlihat lebih menipis atau bahkan menghilang sehingga rasa damai dan rasa menyatu dapat lebih dirasakan kehadirannya.


Technology of of Effective Prayer

Penelitian tentang otak pun menunjukkan bahwa dalam kondisi khusyu' (deep relaxed focus-concentration) otak berfungsi dengan lebih seimbang sehingga terjadi harmonisasi di kedua sisinya. Banyak riset seperti ini menunjukkan bahwa berbagai ritual keagamaan yang dilakukan dengan benar sesungguhnya memang akan menghasilkan keseimbangan dan sinkronisasi pada kedua sisi otak. Tingkat keseimbangan yang terjadi bahkan secara akurat bisa diukur dengan electroencephalograph (EEG) untuk memeriksa pola gelombang-otak yang terjadi.

Sebelum Menggunakan DigitalPrayer

Spectogram, 4-8hz


Saat otak terlalu lateral (satu sisi terlalu dominan), gelombang-otaknya disebut BETA. Kondisi ini bercirikan, fokus-kesadaran keluar dan terpecah. Kondisi ini diperlukan untuk berfikir dan bekerja namun menimbulkan rasa tidak-nyaman dan stress jika dilakukan berlebihan.

Selama Menggunakan DigitalPrayer

Spectogram, 4-8hz


Ketika otak memulai proses sinkronisasinya (melalui aplikasi proses ritual yang tepat) kedua sisi-otak akan menampakkan kecenderungannya untuk lebih bekerjasama dan mulai berpindah menuju ke kondisi gelombang-otak ALPHA. Pada kondisi ini kita akan merasakan beberapa kondisi subyektif seperti "melayang", "tenggelam", "fokus-mendalam" atau berbagai kondisi berciri khusyu' lainnya. Kondisi "seperti mengantuk" bercampur dengan "keterjagaan yang kuat" juga menimbulkan apa yang disebut sebagai kondisi "super learning".

Jika kondisi ini dilanjutkan sinkronisasinya maka kita akan memasuki gelombang otak THETA atau kondisi "mimpi". Jika seseorang cukup terlatih dan mampu terjaga dalam kondisi ini - dan ini dimungkinkan lewat aplikasi teknologi DigitalPrayers - maka ia bisa memasuki kondisi "khusyu'" yang lebih dalam lagi dimana kedua sisi otaknya dalam kondisi kerja-sama yang luar biasa optimal. Kreatifitas dan problem-solving sejati juga terjadi disini ketika otak dengan otomatis menemukan sintesa jawaban atas kebutuhan, masalah (dualisme) yang dialami pada gelombang-otak beta.

Saat kondisi sinkronisasi yang bercirikan very deep relaxation ini terus dilanjutkan lebih dalam lagi. Maka otak akan memasuki gelombang DELTA yang biasa diasosiasikan dengan kondisi tidur lelap, dimana kedua sisi otak sudah tidak lagi menampakkan ciri-ciri lateralisasinya dan mau bekerjasama dengan tingkat koherensi yang tinggi. Dan jika seseorang bisa tetap terjaga dalam kondisi ini maka ia akan melampaui dualisme kehidupan untuk merasakan kondisi khusyu' (deep relaxed focus-concentration) yang luar-biasa dengan karakteristik pengalaman rasa persamaan, even-ness, perasaan menyatu, oneness, berSATU, manunggal dengan seluruh isi alam semesta.

Now, what is a prayer anyway?

Apakah (tepatnya) terbuat dari apakah - doa itu?

Dalam hal ini kami menganjurkan anda untuk melihat doa dari sisi yang lain. Yaitu doa sebagai kata-benda (noun) bukan sebagai kata-kerja (verb). Ilmu fisika quantum memberikan penjelasan yang luar biasa dalam hal ini: semua unsur ciptaan di alam semesta baik yang tampak seperti tanah dan batu, maupun yang tidak tampak seperti suara dan angin pada intinya terbuat, tercipta, berasal dari unsur yang sama dengan berbagai sifat yang berbeda. Unsur itu pada dasarnya adalah "enersi dan informasi". Kuantum Fisika menambahkan, bahwa bentuk dasar dari semua unsur ciptaan yang tampak maupun tidak tampak adalah suatu "gelombang cahaya" (vibration atau wave).

Karenanya doa sebagai salah satu bentuk unsur ciptaan yang tidak tampak pada intinya juga merupakan gelombang atau vibration. Gelombang pikiran tentu saja. Pikiran sebagai kata benda. Karena itu semua pikiran anda, SEMUA pikiran yang anda miliki selama 24 jam, apakah itu positif atau negatif, esensinya merupakan doa anda.

Prayer = Thought

Doa = Pikiran

Doa [Pikiran] yang dilakukan dalam keadaan Khusyu' [deep relaxed focus-concentration] adalah Doa [Pikiran] yang efektif


 
Kristina Virginia, Miss Indonesia 2006
"Smart Solution for Smart Indonesian Women Untuk kecantikan wanita Indonesia, sekarang ada solusi yang praktis dan alami".


[ TOP ]

Home | News | Testimonial | Products | Contact Us
2007 Digital Prayer Technology. All right reserved
+ Satupaket Exclusive